SMP Negeri 6 Makassar menerima kunjungan istimewa dari Ibu Penny, guru mitra dari Yankalilla Area School (YAS) di Australia Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari program imersif yang difasilitasi oleh Program Kemitraan Sekolah BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) Australia–Indonesia. Kunjungan ini berlangsung selama enam hari, sejak 18 hingga 25 Januari 2026, dan menjadi momentum penting dalam penguatan kemitraan sekolah kami dengan Yankalilla Area School.
Kehadiran Ibu Penny disambut dengan penuh kehangatan dan penampilan budaya lokal. Penyambutan resmi dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 di lapangan indoor SMP Negeri 6 Makassar dan dihadiri oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga murid. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari Paduppa, tarian tradisional khas Sulawesi Selatan yang melambangkan penghormatan dan rasa syukur atas kedatangan tamu kehormatan. Harapannya agar penyambutan ini dapat mencerminkan keterbukaan sekolah dalam menjalin persahabatan dan kolaborasi lintas budaya.

Program BRIDGE sendiri merupakan program kemitraan antara sekolah di Indonesia dan –Australia yang berkelanjutan yang diimplementasikan oleh Asialink Education, di University of Melbourne. Program ini bertujuan membangun pemahaman antarbudaya, meningkatkan keterampilan pedagogis para pendidik yang berpartisipasi, serta meningkatkan kompetensi global dan sikap positif bagi komunitas sekolah yang berpartisipasi.
Setelah acara penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi dengan guru-guru SMP Negeri 6 Makassar. Dalam sesi ini, berlangsung diskusi awal yang hangat mengenai budaya sekolah, karakteristik murid, serta gambaran umum pembelajaran di masing-masing mata pelajaran. Pertemuan ini menjadi ruang awal untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan kesiapan kolaborasi selama Ibu Penny berada di SMP Negeri 6 Makassar.

Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian dilanjutkan dengan observasi pembelajaran di kelas seni lukis. Ibu Penny berkesempatan melihat secara langsung proses pembelajaran seni yang menekankan kreativitas, ekspresi, dan keaktifan murid. Observasi ini menjadi titik awal pertukaran gagasan tentang pembelajaran bermakna dan pendekatan yang berpusat pada murid, khususnya dalam pengembangan kreativitas dan keterampilan abad ke-21.
Selain itu, Ibu Penny juga terlibat pada sesi berbagi bersama murid-murid BRIDGE di SMP Negeri 6 Makassar. Sesi tersebut berlangsung sangat interaktif dan penuh antusiasme. Dalam sesi ini, para murid berbagi pengalaman kolaborasi mereka dengan murid dari Yankalilla Area School. Mulai dari pengalaman pembelajaran lintas budaya, komunikasi, serta harapan mereka terhadap kemitraan ini kedepannya. Diskusi dengan Ibu Penny tersebut memberikan pengalaman yang autentik bagi murid, sekaligus memperkuat rasa percaya diri mereka dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Melalui diskusi dengan Ibu Penny, SMP Negeri 6 Makassar berharap dapat saling berbagi praktik pembelajaran, khususnya strategi mengajar, deep learning, dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid, sekaligus membuka ruang pembelajaran nyata lintas budaya antara konteks pendidikan Australia dan Indonesia.
Lebih dari sekadar program, kemitraan antara Yankalilla Area School dan SMP Negeri 6 Makassar mencerminkan bahwa kolaborasi dalam bidang pendidikan tidak berhenti pada agenda resmi, tetapi berlanjut pada pembelajaran dan kolaborasi yang nyata. Kolaborasi adalah tentang membangun kepercayaan, berbagi perspektif, dan memahami secara bersama keberagaman budaya antar dua negara. Meski berasal dari latar belakang negara dan budaya yang berbeda, dalam kemitraan ini kedua sekolah memiliki semangat yang sama, yaitu mendukung pembelajaran murid dan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kritis, dan berkarakter. (Nisauf)
Tinggalkan Komentar