
Makassar, 18 Mei 2026 — SMP Negeri 6 Makassar menggelar Gelar Karya Kokurikuler kelas IX pada Senin (18/5) dengan mengusung tema “Pemilahan dan Pengolahan Sampah”. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran kokurikuler yang telah dilaksanakan selama satu bulan, sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap hasil karya dan proses belajar murid dalam mengelola isu lingkungan di sekolah. Kegiatan berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai stand pameran hasil karya siswa. Dalam gelar karya ini, siswa dibagi ke dalam tiga kelompok besar sesuai tema khusus yang telah mereka kerjakan selama program berlangsung, yaitu kelompok Komposter, Pemilahan dan Penempatan Sampah (Daur Ulang), serta Bank Sampah. Setiap kelompok menampilkan produk, dokumentasi kegiatan, media edukasi, hingga hasil praktik yang telah mereka kerjakan selama proses pembelajaran. Stand-stand yang disusun siswa tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan proses belajar, tantangan, serta solusi yang mereka lakukan dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Kelompok Komposter menampilkan hasil pengolahan sampah organik menjadi kompos melalui berbagai metode sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah. Sementara itu, kelompok Pemilahan dan Penempatan Sampah (Daur Ulang) memamerkan sistem pemilahan sampah serta berbagai produk hasil daur ulang. Adapun kelompok Bank Sampah menampilkan tata kelola bank sampah, pencatatan, hingga simulasi pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.
Selain gelar karya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Duta Adiwiyata SMP Negeri 6 Makassar. Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat peran siswa sebagai agen perubahan dan pelopor kepedulian lingkungan di sekolah. Para Duta Adiwiyata diharapkan dapat menjadi penggerak dalam berbagai program lingkungan, termasuk kampanye kebersihan, pengurangan sampah, dan budaya hidup ramah lingkungan.

Kepala SMP Negeri 6 Makassar, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses dan pembentukan karakter siswa.
“Melalui gelar karya ini, siswa belajar secara langsung bagaimana mengenali masalah lingkungan, mencari solusi, bekerja sama, dan menghasilkan karya. Yang terpenting bukan hanya produk akhirnya, tetapi pengalaman belajar dan nilai-nilai yang tumbuh selama proses tersebut. Kami berharap kepedulian terhadap lingkungan ini terus menjadi budaya di sekolah,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala Bidang Sarana, Ibu Linda Any Fitriani. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa gelar karya seperti ini menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
“Gelar karya ini adalah bukti nyata bahwa pelajaran bukan hanya teori dalam kelas tetapi juga bukti karya di lapangan. Hasil itu penting, namun dalam proses ada nilai-nilai karakter yang tumbuh. Ini juga merupakan ruang apresiasi dari kerja keras siswa. Mungkin hasilnya sederhana atau belum maksimal, tetapi ada proses belajar yang sangat baik di dalamnya,” ujarnya.

Beliau juga mengapresiasi upaya SMP Negeri 6 Makassar dalam menghadirkan pembelajaran berbasis proyek yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan karakter siswa sekaligus mendukung program sekolah berwawasan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 6 Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berdampak nyata. Gelar karya kokurikuler ini tidak hanya menjadi ajang pameran hasil belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, kolaborasi,
Tinggalkan Komentar