
Pada Kamis, 15 Januari 2025, SMP Negeri 6 Makassar mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai agen perubahan dalam pelestarian lingkungan.
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah edukasi tata kelola bank sampah, yang dibawakan oleh Bapak Faisal Baso, Direktur Bank Sampah Unit Asoka V Kota Makassar. Sosialisasi berlangsung interaktif dan aplikatif, membahas konsep dasar pengelolaan sampah, pemilahan, hingga mekanisme pengelolaan bank sampah yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Peserta kegiatan terdiri dari seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 6 Makassar. Sekolah sengaja memfokuskan kegiatan ini kepada guru dan tenaga kependidikan sebagai langkah awal penguatan kapasitas sumber daya manusia sebelum program pengelolaan sampah diterapkan secara lebih luas kepada murid.

Kepala SMP Negeri 6 Makassar, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan program Adiwiyata sangat bergantung pada pemahaman dan keteladanan seluruh warga sekolah, khususnya pendidik dan tenaga kependidikan.
“Tenaga kependidikan dan guru harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pengolahan sampah. Tidak mungkin kita membimbing murid jika kita sendiri belum memahami konsep dan praktiknya dengan baik. Sekolah adalah ruang pembelajaran, dan keteladanan adalah metode paling efektif,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar program sesaat, tetapi harus menjadi budaya sekolah. Dengan pemahaman yang kuat, guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam pembelajaran dan aktivitas keseharian murid.

Ketua Tim Adiwiyata SMP Negeri 6 Makassar, Rahmia, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi sekolah untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Program Adiwiyata tidak hanya menuntut kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga perubahan pola pikir dan perilaku seluruh warga sekolah. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya pengelolaan sampah, terutama melalui bank sampah,” ujarnya.
Rahmia juga menjelaskan bahwa setelah pendidik dan tenaga kependidikan mendapatkan pembekalan, langkah selanjutnya adalah menyusun program pendampingan bagi murid, mulai dari pemilahan sampah di kelas, pengelolaan bank sampah sekolah, hingga penguatan karakter peduli lingkungan.

Dalam paparannya, Faisal Baso menjelaskan secara rinci konsep bank sampah, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, sistem penimbangan dan pencatatan, hingga potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sampah yang dikelola dengan baik.
“Sampah sebenarnya bukan masalah jika dikelola dengan benar. Sampah memiliki nilai ekonomi dan sosial. Bank sampah bukan hanya tentang menabung sampah, tetapi tentang membangun kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,” jelas Faisal Baso.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan keterlibatan semua pihak dalam pengelolaan bank sampah sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kebiasaan baik sejak dini kepada generasi muda.
“Jika anak-anak sudah terbiasa memilah sampah dan memahami manfaatnya sejak sekolah, maka kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Peran guru dan tenaga kependidikan sangat penting sebagai penggerak dan pendamping,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, SMP Negeri 6 Makassar menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan indikator penilaian, tetapi sebagai upaya nyata membangun kesadaran ekologis seluruh warga sekolah.
Dengan keterlibatan aktif pendidik dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan, sekolah berharap pengelolaan sampah dapat diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari murid. Ke depan, SMP Negeri 6 Makassar berencana memperluas program ini melalui praktik langsung, kolaborasi dengan pihak eksternal, serta integrasi pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Adiwiyata dan pendidikan karakter yang holistik.
Tinggalkan Komentar