
Makassar, BeritaEnam.id – SMP Negeri 6 Makassar. Sebagai langkah awal dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027, UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Hotel Karebosi Premier, Makassar. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, merumuskan langkah-langkah pengembangan sekolah, serta menyamakan persepsi seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Mengusung tema “Menguatkan Sinergi, Menghadirkan Inovasi, Mewujudkan UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar yang Unggul, Berkarakter, dan Berwawasan Global,” rapat kerja berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Tema tersebut mencerminkan komitmen seluruh warga sekolah untuk terus membangun kolaborasi yang kuat, menciptakan berbagai inovasi dalam pembelajaran maupun pelayanan, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd., Pengawas Sekolah Dr. Raisuddin, M.Pd., seluruh guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran seluruh unsur sekolah menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama, komunikasi yang efektif, dan komitmen yang kuat.
Dalam sambutannya, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, mengevaluasi capaian, sekaligus menyusun strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurut beliau, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan kesiapan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi.

Beliau juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan agar menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang. Dengan semangat kebersamaan, setiap program yang direncanakan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan serta pembentukan karakter peserta didik.
Sebagai pedoman dalam menjalankan seluruh program sekolah, rapat kerja tahun ini mengusung motto:
“Merencanakan dengan Bijak, Bekerja dengan Hati, Melayani dengan Integritas, Menginspirasi dengan Prestasi.”
Motto tersebut menjadi landasan moral sekaligus penyemangat bagi seluruh warga sekolah dalam menjalankan tugasnya. Merencanakan dengan bijak berarti menyusun setiap program berdasarkan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Bekerja dengan hati mencerminkan dedikasi dan ketulusan dalam memberikan pelayanan pendidikan. Melayani dengan integritas menunjukkan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme, sedangkan menginspirasi dengan prestasi menjadi motivasi agar setiap insan pendidikan mampu memberikan teladan melalui karya dan pencapaian terbaik.
Memasuki sesi pembahasan program kerja, rapat berlangsung secara dinamis dan interaktif. Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan sebagai upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Pada aspek keamanan sekolah, peserta rapat membahas pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. Sistem keamanan yang baik diyakini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Pembahasan berikutnya mengenai cleaning service difokuskan pada peningkatan kualitas kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan sekolah yang sehat, nyaman, dan mendukung budaya belajar. Oleh karena itu, koordinasi antara petugas kebersihan dan seluruh warga sekolah perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan yang bersih dan asri. Selanjutnya, rapat juga membahas jadwal piket guru sebagai bentuk penguatan kedisiplinan serta pengawasan terhadap aktivitas peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Penataan jadwal piket dilakukan secara proporsional agar pelaksanaannya berjalan efektif dan mampu mendukung terciptanya budaya sekolah yang tertib.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian khusus adalah implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Para guru diajak untuk mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah. Pembelajaran diharapkan lebih bermakna sehingga peserta didik mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.
Selain itu, rapat juga membahas pembagian jam mengajar agar sesuai dengan kebutuhan sekolah, ketentuan kurikulum, serta kompetensi masing-masing guru. Penataan ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan kualitas pembelajaran di kelas.
Dalam bidang lingkungan hidup, Program Adiwiyata kembali menjadi salah satu prioritas sekolah. Berbagai program dirancang untuk menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap kelestarian lingkungan melalui pembiasaan hidup bersih, pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, serta penguatan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter peserta didik.

Rapat juga membahas ketentuan pakaian pegawai sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan profesionalisme aparatur sekolah. Penampilan yang rapi dan sesuai ketentuan diharapkan mampu mencerminkan budaya kerja yang tertib serta menjadi teladan bagi peserta didik.
Sementara itu, pada aspek sarana dan prasarana, dibahas berbagai kebutuhan pengembangan fasilitas sekolah guna mendukung proses pembelajaran yang nyaman, aman, dan modern. Seluruh peserta memberikan masukan terkait pemeliharaan maupun pengadaan fasilitas yang menjadi prioritas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Salah satu sesi yang memberikan inspirasi bagi peserta adalah penyampaian materi oleh Dr. Raisuddin, M.Pd. selaku Pengawas Sekolah. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya membangun growth mindset (pola pikir berkembang) dan menghindari fixed mindset (pola pikir tetap) dalam dunia pendidikan.
Beliau menegaskan bahwa seorang pendidik hendaknya tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki, tetapi harus senantiasa terbuka terhadap perubahan, mau belajar hal-hal baru, menerima kritik sebagai bahan evaluasi, serta menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri. Menurut beliau, sekolah yang unggul hanya dapat diwujudkan apabila seluruh warga sekolah memiliki semangat belajar sepanjang hayat dan terus melakukan inovasi dalam setiap aspek pelayanan pendidikan.
Materi tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta rapat. Banyak guru yang menyampaikan pendapat dan pengalaman terkait penerapan pola pikir berkembang dalam proses pembelajaran maupun pelaksanaan tugas sehari-hari. Diskusi yang terjalin semakin memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar.
Rapat kerja kemudian ditutup dengan penyampaian komitmen bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan seluruh program yang telah disepakati secara konsisten, profesional, dan penuh tanggung jawab. Semangat kebersamaan yang terbangun selama rapat diharapkan menjadi energi positif dalam mewujudkan sekolah yang semakin maju, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan global. (Nisauf)
Tinggalkan Komentar