
Makassar, 4 Juni 2026 – SMP Negeri 6 Makassar bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan “Roadshow Sekolah Peduli Kekerasan Seksual” pada Kamis (4/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah serta peningkatan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP Negeri 6 Makassar ini diikuti oleh seluruh ketua kelas VII dan VIII serta anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Para peserta mendapatkan pembekalan tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi peserta didik serta membangun budaya saling menghormati dan menjaga satu sama lain.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa memiliki keberanian untuk memahami hak-haknya, menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan, serta berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan yang tidak semestinya. Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penyampaian materi oleh Kepala Dinas PPPA Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes. Dalam materinya yang berjudul “Sekolahku Aman, Aku Berani Bersuara: Bersama Cegah Kekerasan terhadap Anak”, beliau mengajak para siswa untuk menjadi agen perlindungan bagi diri sendiri maupun teman-temannya.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam pencegahan kekerasan terhadap anak adalah masih adanya korban atau saksi yang memilih diam karena takut, malu, atau tidak mengetahui cara melapor.
“Anak-anak harus memahami bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sosialnya. Jika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan, jangan takut untuk berbicara. Diam bukan solusi. Melapor bukan mengadu, tetapi melindungi diri sendiri dan orang lain dari tindakan yang dapat merugikan,” tegas drg. Ita di hadapan peserta.

Beliau juga menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi pada anak, termasuk kekerasan fisik, verbal, emosional, perundungan, hingga kekerasan seksual. Para siswa diajak untuk mengenali tanda-tanda kekerasan serta memahami saluran pelaporan yang tersedia apabila menghadapi situasi tersebut.
Materi kedua disampaikan oleh dr. Asvina Anis Anwar, Sp.DVE, dokter spesialis kulit dan kelamin, dengan tema “Pubertas, Kesehatan Reproduksi, dan Bahaya Infeksi Menular Seksual.” Dalam pemaparannya, dr. Asvina menjelaskan perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pemahaman dasar mengenai infeksi menular seksual.
Ia menekankan bahwa pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja agar mereka dapat menjaga diri dan membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Tinggalkan Komentar